RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMP
Negeri 1 Dukuhseti
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Semester : IX/2
Tahun Pelajaran : 2016/2017
Alokasi Waktu : 2 Jam Pelajaran (1
kali pertemuan)
A. Standar Kompetensi
11. Memahami ragam wacana tulis
dengan membaca ekstensif, membaca intensif, dan membaca cepat
B. Kompetensi Dasar
11.1 Menemukan gagasan dari beberapa artikel dan buku melalui
kegiatan membaca ekstensif
C. Indikator
1. Mampu menjawab pertanyaan dengan
sopan
2. Mampu menemukan gagasan
dari artikel dengan teliti
3. Mampu menyimpulan isi
artikel dengan teliti
D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah membaca artikel, siswa dapat menjawab pertanyaan dengan
sopan.
2. Setelah membaca artikel, siswa dapat menemukan gagasan dari
beberapa artikel dengan
benar.
3. Setelah membaca artikel siswa dapat menyimpulan isi artikel yang
dibaca dengan teliti.
E. Materi Pokok
Kegiatan membaca dan memahami sebuah berita, harus
memerhatikan prinsip 5W + 1H, yaitu:
- what :
apa yang menjadi pokok pemberitaan atau permasalahan
- who :
siapa saja yang terlibat
- why :
mengapa hal tersebut dipermasalahkan
-. When :
kapan permasalahan tersebut muncul
- where :
di mana permasalahan tersebut muncul dan berkembang
- how : bagaimana pemecahannya
F. Pendekatan dan Metode
1. Pendekatan: Komunikatif
2. Metode
a. Tanya Jawab
b. Penugasan
c. Diskusi
d. Inkuiri
G. Skenario Pembelajaran
No
|
Kegiatan
|
Metode
|
Waktu
|
Karakter
|
Pendahuluan
1.
Guru menyampaikan KD dan
mengaitkannya dengan kehidupan.
2.
Guru dan siswa berdiskusi
tentang cara menemukan gagasan pokok.
1. Jika pelajaran dilaksanakan pada jam
pertama, guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki
ruang kelas (nilai yang ditanamkan: santun).
2. Berdoa sebelum membuka pelajaran (nilai
yang ditanamkan: religius). (Khusus dilakukan pada jam pertama)
3. Mengecek kehadiran siswa (nilai yang
ditanamkan: disiplin).
4. Jika ada siswa yang tidak hadir karena sakit
atau karena halangan lainnya, guru beserta siswa mendoakan (nilai yang
ditanamkan: religius, peduli).
5. Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat
waktu (nilai yang ditanamkan: disiplin). (Khusus jam pertama)
6. Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (nilai
yang ditanamkan: disiplin, santun, peduli).
(Khusus dilakukan jika ada siswa yang terlambat masuk kelas).
7. Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan
ajar, guru menyampaikan SK/KD dikaitkan dengan butir karakter yang hendak
dikembangkan.
|
10
|
|||
2
|
Kegiatan
Inti
Ekplorasi
1.
Siswa membaca wacana.
2.
Secara individu, siswa
membuat catatan-catatan penting dari tulisan itu.
3.
Secara individu, siswa
membaca sekilas, dengan cara yang sama, teks yang berjudul “BTN Salurkan
Rp800 Miliar untuk Rusuna/RSH”.
Elaborasi
4.
Siswa menyampaikan temuannya
di depan kelas.
5.
Siswa mendiskusikan masalah
utama yang dikemukakan penulis.
Konfirmasi
6.
Bersama dengan guru, siswa
menyimpulkan hasil diskusi.
|
Tanya Jawab
Penugasan
Diskusi
Inkuiri
|
60
|
Gemar membaca
|
3
|
Penutup
1. Guru bersama-sama dengan peserta didik
membuat rangkuman/ simpulan pelajaran (nilai yang ditanamkan: mandiri,
kerjasama, kritis, logis).
2. Guru melakukan penilaian dan/atau refleksi
terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan (nilai yang ditanamkan: jujur,
mengetahui kelebihan dan kekurangan).
3. Guru memberikan umpan balik terhadap proses
dan hasil pembelajaran (nilai yang ditanamkan: saling menghargai, percaya
diri, santun, kritis, logis).
4. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut
dalam bentuk pembelajaran remedi, dan program pengayaan.
5. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada
pertemuan berikutnya.
|
10
|
H. Media dan Sumber Pembelajaran
1. Media : Teks Bacaan
2. Sumber Pembelajaran
a. Anindyarini, Atikah, dkk. 2008. Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs
Kelas IX. Jakarta:Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
b. Trianto,
Agus. 2007. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs. Kelas IX.
Jakarta: Erlangga.
c. Nurhadi, dkk. 2005. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs.
Kelas IX. Jakarta: Erlangga.
d. Pardjimin. 2003. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SLTP Kelas IX.
Bogor: Yudhistira.
I. Penilaian
1. Teknik:
teknik
tes
2. Bentuk:
a. Tes
perbuatan
b. Tes tertulis
3. Alat Penilaian (terlampir)
Dukuhseti, 2 Januari 2017
Guru Mata Pelajaran,
Yohanes Eko Joko Kapiworo
Lampiran 1
Tes selama proses pembelajaran.
Bacalah wacana di bawah ini dengan
saksama!
BTN Salurkan Rp800 Miliar untuk
Rusuna/RSH
Sampai Maret 2008, kredit yang sudah disalurkan Bank Tabungan Negara
untuk kredit pemilikan rumah susun sederhana dan rumah sederhana sehat sebesar
Rp800 miliar.
Manajer Humas BTN, Dody Agoeng menyebutkan, hingga pertengahan Maret
2008, mulai banyak pemohon kredit pemilikan apartemen untuk rumah susun
sederhana (rusuna).
“BTN pusat sampai harus meminta bantuan dari tenaga-tenaga di kantor
cabang BTN untuk mengecek rusuna yang sedang dibangun. Kini, beberapa
pengembang memang berpacu membangun rusuna,” kata Dody di Jakarta, pekan lalu.
BTN mencatat ada 4.000 permohonan untuk kredit rusuna. Pembangunan
rusuna adalah program pemerintah untuk mewujudkan 1.000 menara rusuna di 10
kota besar di Indonesia.
Namun, daerah yang siap melaksanakan program tersebut baru di
kawasan Jakarta dan sekitarnya. Untuk program rusuna, BTN telah mengalokasikan
dana sebesar Rp1 triliun.
Sementara itu, Presiden Direktur Cawang Housing, Reddy Hartadji
menilai minat masyarakat untuk tinggal di rusuna dinilai tinggi. Hal itu
merupakan peluang bagi pengusaha properti untuk terjun ke penyediaan rusuna
untuk masyarakat menengah ke bawah.
Sementara itu, Yusuf mengingatkan bila para produsen produk
perumahan sepakat menurunkan harga produk untuk mendukung realisasi pembangunan
proyek 1.000 menara rusuna, pengembang jangan sampai malah mengambil untung.
Direktur Eksekutif Pusat Strategis Intelijen Properti, Ali
Tranghanda mengatakan, digunakannya produk lokal pada pembangunan rusuna,
sebenarnya tidak membuat harga rusuna turun secara signifikan.
“Pengembang rusuna sebelumnya pasti telah berpikir menggunakan 90
persen, bahkan 100 persen produk lokal. Ini berbeda dengan pengembang apartemen
yang 40 persen dari bahan bangunannya menggunakan produk impor,” ujar Ali.
Dia menyambut baik keinginan produsen untuk menurunkan harga produk.
“Pemerintah sebenarnya cukup mengomunikasikan rencananya kepada produsen bahan
bangunan, pasti nanti banyak yang akan mendukung pembangunan rusuna,” ujar Ali.
Terlepas dari komitmen produsen untuk menurunkan harga produk,
menurut Ali, satu-satunya cara untuk menurunkan harga rusuna tetaplah subsidi.
“Di Jakarta, biaya pembebasan lahan 20 – 30 persen dari biaya total
proyek. Maka, subsidilah yang paling relevan agar harga rusuna makin terjangkau.
Kenaikan harga bahan bangunan, misalnya masih lebih tinggi dari kenaikan daya
beli,” ujar Ali.
(Sumber: Kompas,
8 November 2007)
Untuk
lebih memahami dan memerhatikan prinsip 5W + 1H, kerjakan tugas-tugas berikut
ini!
1. Catat gagasan utama tiap paragraf pada dua artikel tersebut!
2. Catat hal-hal yang penting dari kedua artikel tersebut (mencakup 5W
+ 1H)!
Lampiran 2
Tes Akhir
Bacalah dalam hati dua artikel berikut! Catatlah gagasan-gagasan
penting yang terdapat di dalamnya!
Artikel 1:
Mengoleksi Uang
Hobi Unik yang Menguntungkan
Jika teman-teman punya uang kertas atau koin yang
sudah tak berlaku lagi, jangan buru-buru dibuang. Simpanlah. Tak ada ruginya.
Sekarang mungkin tak laku, tapi lima sampai sepuluh tahun lagi harganya mungkin
jutaan. Tak percaya?
Bobo pernah datang ke acara lelang di Jakarta.
Yang dilelang di acara itu adalah uang kertas, koin kuno, dan barang-barang pos
atau filateli. Di situlah Bobo baru tahu bahwa uang kertas dan koin kuno bisa
dijual mahal.
Ternyata, banyak, lo, orang yang hobi mengoleksi
barang kuno seperti uang atau koin kuno. Mereka memburu uang dan koin kuno
sampai ke luar negeri, termasuk ke Indonesia. Karena banyak orang yang memburu,
harga jual uang kuno pun jadi mahal.
Di acara lelang itu, ditawarkan satu lembar uang
kertas tujuh puluh lima rupiah bergambar Bung Karno. Uang itu dicetak tahun
1948. Tahu enggak, berapa harganya? Tiga juta rupiah! Bayangkan, satu lembar
uang Rp75,00 terjual dengan harga Rp3.000.000,00!
Dikutip dari majalah Bobo No. 45/XXXIII, 16
Februari 2006, halaman 24.
Artikel 2:
Musik untuk Domba
Siapa sangka lantunan musik merdu sangat berguna
untuk domba merino. Domba merino adalah jenis domba penghasil wol terbaik.
Setelah beberapa kali diadakan penelitian,
akhirnya hampir semua domba merino di Australia “wajib” menyimak musik klasik
sesering mungkin. Caranya, peternak akan menggiring beberapa ekor domba ke
dalam ruangan kedap suara. Nah, di ruangan itulah mereka disuruh menyimak musik
klasik. Wah, seperti orang-orang yang sedang menyimak orkestra musik klasik
jadinya. Lucu, ya?!
Pasti teman-teman penasaran, apa sih alasan
peternak domba melakukan itu? Wow, ternyata kegiatan rutin menyimak musik
klasik itu dapat meningkatkan produksi bulu domba. Sehingga wol yang dihasilkan
pun semakin banyak dan bagus. Hasilnya? Wol itu bisa dijual dengan harga mahal.
Tentu saja ini sangat menguntungkan peternak.
Dikutip dari majalah Bobo No. 45/XXXIII, 16
Februari 2006, halaman 48.
Kunci Jawaban
Artikel 1
Jika mempunyai uang koin yang tidak
terpakai jangan lekas-lekas dibuang karena jika dikoleksi akan berharga mahal.
Hal ini karena para hobies filateli. Salah satu contohnya adalah satu lembar
uang kertas tujuh puluh lima rupiah bergambar Bung Karno, terbutan tahun 1948
laku Rp 3 juta.
Artikel 2
Lantunan musik yang diperdengarkan
kepada domba merino dapat meningkatkan hasil wool. Hal ini terbukti kegiatan rutin menyimak musik
klasik itu dapat meningkatkan produksi bulu domba. Sehingga wol yang dihasilkan
pun semakin banyak dan bagus
Rubrik Penilaian:
No.
|
Aspek
|
Skor
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
||
1.
|
Kelengkapan
isi jawaban (setiap pertanyaan dijawab dengan tepat)
|
|||||
2.
|
Keruntutan
pemaparan (isi urut dan jelas sehingga mudah
dipahami)
|
|||||
3.
|
Penggunaan
kalimat (singkat dan jelas)
|
|||||
4.
|
Kosakata yang
digunakan (dipahami semua orang)
|
|||||
Jumlah skor
|
||||||
Dukuhseti, 2 Januari 2017
Guru Mata Pelajaran,
Yohanes Eko Joko Kapiworo
Tuliskan komentar Anda di sini! EmoticonEmoticon