4. RPP Bahasa Indonesia 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah                     :   SMP Negeri 1 Dukuhseti
Mata Pelajaran          :   Bahasa Indonesia
Kelas / Semester        :   IX/2
Tahun Pelajaran         :   2016/2017
Alokasi Waktu          :   2 Jam Pelajaran (2 x 40 Menit)


A.  Standar Kompetensi
13. Memahami wacana sastra melalui kegiatan mendengarkan pembacaan kutipan/sinopsis novel

B.  Kompetensi Dasar
13.2 Menjelaskan  alur peristiwa dari suatu sinopsis novel yang dibacakan

C.  Indikator
1.   Mampu menentukan tahap-tahap alur 
2.   Mampu mengidentifikasi peristiwa dari sinopsis yang didengar berdasarkan alurnya

D.  Tujuan Pembelajaran
1.   Setelah mendengarkan pembacaan sinopsis novel, peserta didik dapat menentukan tahap-tahap alur.
2.   Setelah mendengarkan pembacaan sinopsis novel, peserta didik dapat mengidentifikasi peristiwa dari sinopsis yang didengar berdasarkan alurnya.

E.  Materi Pokok
Alur cerita dalam novel ada yang urut dari awal peristiwa sampai dengan akhir peristiwa (alur maju, alur lurus, atau alur kronologis) dan ada yang dimulai dari peristiwa akhir cerita kemudian diceritakan peristiwa-peristiwa sebelumnya (alur mundur, alur sorot balik, atau alur flash back).
Untuk memudahkan  pengapresiasian cerita, kamu dapat merekonstruksi urutan peristiwa dalam novel menjadi alur kronologis. Tahapan alur kronologis dimulai dari (1) pengenalan,         (2) permasalahan mulai muncul, (3) permasalahan mulai memuncak, (4) permasalahan mulai mereda, (5) permasalahan selesai.

F.   Metode
      1.   Penugasan
      2.   Diskusi
      3.   Tanya Jawab
      4.   Ceramah

G.  Skenario Pembelajaran
No.
Kegiatan Siswa
Metode
Waktu
Karakter
1.
Kegiatan Awal
1.   Guru datang tepat waktu (nilai yang ditanamkan: disiplin)
2.   Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang kelas (nilai yang ditanamkan: santun, peduli)
3.   Berdoa sebelum membuka pelajaran (contoh yang ditanamkan: religius)
4.   Mengecek kehadiran siswa (nilai yang ditanamkan: disiplin, rajin)
5.   Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya (nilai yang ditanamkan: religius, peduli)
6.   Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu (nilai yang ditanamkan: disiplin)
7.   Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (nilai yang ditanamkan: disiplin, santun, peduli)
8.   Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter
9.   Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/KD.

10

2.
Kegiatan Inti
Eksplorasi
1.        Peserta didik mendengarkan pembacaan kutipan/sinopsis novel salah seorang teman
2.        Peserta didik memerhatikan penjelasan guru tentang alur novel.
Elaborasi
3.        Peserta didik dan guru membahas alur cerita/peristiwa.
Konfirmasi
4.        Siswa dan guru menyimpulkan macam-macam alur.



Penugasan

Ceramah


Diskusi


Tanya jawab

60
Demokratis

Tanggung jawab

Kritis

3.
Kegiatan Akhir
1.   Guru bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran (yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kritis, logis).
2.   Guru melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram (yang ditanamkan: jujur, mengetahui kelebihan dan kekurangan).
3.   Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (yang ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis).
4.   Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik.
5.   Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

10



H.  Media dan Sumber Pembelajaran
1.   Media Pembelajaran
a.       Rekaman pembacaan sinopsis novel
b.      Kutipan sinopsis novel

      2.   Sumber Pembelajaran
a. Nurhadi, dkk. 2005. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs. Kelas IX. Jakarta: Erlangga. Hlm.
b. Nuraini, dkk. 2003. Pelajaran Bahasa Indonesia untun SLTP Kelas 3. Bandung: PT Sarana Pancakarya. Hlm.
c. Sudarman, dkk. 2005. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs. Kelas IX. Pekanbaru: Sutra Benta Perkasa.

I.   Penilaian
      1.   Teknik: teknik tes
      2.   Bentuk:
           a.   Tes perbuatan
b.   Tes tertulis
      3.   Alat Penilaian (terlampir)
     

1. Tentukan tahapan-tahapan alur cerita dari novel yang telah dibacakan oleh temanmu!

Pedoman Penskoran

No
Kegiatan
Skor
1
2
3
Ø  Peserta didik menuliskan dengan lengkap
Ø  Peserta didik menuliskan tidak lengkap
Ø  Peserta didik tidak menuliskan apa-apa
2
1
0

2. Indentifikasikan peristiwa dari kutipan disinopsis novel yang dibacakan temanmu berdasarkan alurnya!

Pedoman Penskoran

No
Kegiatan
Skor
1
2
3
Ø  Peserta didik menuliskan dengan lengkap
Ø  Peserta didik menuliskan tidak lengkap
Ø  Peserta didik tidak menuliskan apa-apa
2
1
0

Skor maksimal
No. 1) = 2
No. 2) = 2
Jumlah = 4
Penghitugan nilai akhir dalam skala 0 s.d. 100
Nilai akhir =     Perolehan skor       x skor ideal (100)   
                     Skor maksimum (4)

Dukuhseti, 2 Januari 2017
Guru Mata Pelajaran,



Yohanes Eko Joko, M. Pd.



Tes Akhir Pelajaran
1.   Bacalah sinopsis novel di bawah ini!

Kemarau
Karya: A.A. Navis

Para petani semakin merasa berputus asa karena musim kemarau panjang yang sedang menimpa negeri ini. Sawah dan ladang mereka sangat kering dan cuaca panas sangat menyengat tubuh. Keadaan itu membuat mereka tidak mau lagi mengolah sawah atau mengairi sawah mereka. Mereka hanya bermalas-malasan dan bermain kartu.
Namun, ada seorang petani yang tidak ikut bermalas-malasan. Ia adalah Sutan Duano. Dalam keadaan kemarau panjang ini, ia tetap mengairi sawahnya dengan mengangkat air dari danau yang ada di sekitar desa mereka sehingga padinya tetap tumbuh. Ia tidak menghiraukan panas matahari yang membakar tubuhnya. Ia berharap agar para petani di desanya mengikuti perbuatan yang ia lakukan. Ia juga berusaha memberikan ceramah kepada ibu-ibu yang ikut dalam pengajian di surau desa mereka. Namun, tak satu pun petani yang menghiraukan ceramahnya, apalagi mengikuti langkah-langkah yang dilakukannya. Tampaknya, keputusasaan penduduk desa telah sampai pada puncaknya.
Suatu hari ada seorang bocah kecil bernama Acin yang membantunya mengairi sawah sehingga keduanya saling bergantian mengambil air di danau dan mengairi sawah mereka. Penduduk desa yang melihat kerja sama antara keduanya bukannya mencontoh apa yang mereka lakukan, melainkan mempergunjingkan dan menyebar fitnah,  bahwa Sutan Duano mencoba mencari perhatian Gundam, ibu si bocah itu, yang memang telah menjadi janda. Bahkan,  seorang janda yang menaruh hati kepada Sutan Duano pun kemudian mempercayai gunjingan itu. Gunjingan itu semakin memanaskan telinga Sutan Duano, tetapi ia tidak menanggapinya dan tetap bersikap tenang.
Suatu hari ia menerima telegram dari Masri, anaknya yang sudah dua puluh tahun disia-siakannya. Ia diminta untuk pergi ke Surabaya. Dalam hatinya, ia ingin bertemu dengan anak semata wayangnya itu, namun ia tidak mau meninggalkan si bocah kecil yang masih memerlukan bimbingannya. Setelah mempertimbangkan masak-masak, ia pun memutuskan untuk pergi ke Surabaya. Sementara itu, para penduduk desa merasa kehilangan atas kepergiannya. Apalagi setelah mereka membuktikan bahwa semua saran yang diberikan olehnya memberikan hasil. Mereka menyesal telah salah sangka terhadapnya.
Hari yang dinanti-nantikan pun tiba, Sutan Duano pun berangkat ke Surabaya.  Namun, sesampainya di kota tersebut,  hatinya menjadi hancur ketika ia bertemu dengan mertua anaknya. Ternyata mertua anaknya adalah Iyah, mantan istrinya. Ia marah kepada Iyah karena telah menikahkan dua orang yang bersaudara. Karena marahnya itu, Sutan Diano mengancam akan memberitahukan kepada Masri dan Arni. Namun, Iyah berusaha menghalanginya dengan memukul kepala mantan suaminya itu dengan sepotong kayu. Kalau saja Arni tidak menghalanginya, kemungkinan besar Sutan Duano tidak akan selamat.
Melihat mantan suaminya bersimbah darah, Iyah merasa menyesal. Kemudian, ia memberitahukan kepada Arni bahwa Sutan Duano adalah mantan suaminya. Betapa terkejutnya Arni mendengarnya. Ia kemudian menceritakan hal itu kepada suaminya, sehingga mereka sepakat untuk berpisah. Tak lama kemudian, Iyah meninggal dunia, sedangkan Sutan Duano pulang ke kampung halamannya dan menikah dengan Gundam.
(Sumber: 115 Ikhtisar Roman Sastra Indonesia, 1999)

.
1.   Analisislah tahapan alur novel yang kalian dengarkan tersebut!
Kerjakanlah dengan membuat format berikut!
No
Tahap Alur
Bukti
1
Pendahuluan
Contoh:
Para petani semakin putus asa karena musim kemarau panjang. Akan tetapi, mereka hanya bermalas-malasan dan bermain kartu. Namun, ada seorang petani yang tidak ikut bermalas-malasan.  Ia adalah Sutan Duano.
2
Penampilan masalah

3
Puncak ketegangan

4
Ketegangan menurun

5
Penyelesaian


2.   Simpulkan jenis alur novel yang telah kalian dengarkan tersebut!



Dukuhseti, 2 Januari 2017
Guru Mata Pelajaran,




Yohanes Eko Joko, M. Pd.
Previous
Next Post »

Tuliskan komentar Anda di sini! EmoticonEmoticon